
Hai Pruf Ritz Friends, sebelum menerbitkan atau mempublikasikan jurnal ilmiah, kamu perlu pemeriksaan yang lebih teliti bukan? Di sinilah peran proofreader menjadi sangat penting. Proofreading yang merupakan langkah terakhir dari penyuntingan sebuah naskah jurnal ilmiah bisa juga kamu lakukan secara mandiri untuk memastikan jurnal ilmiahmu bebas dari kesalahan.
Kalau kamu sudah menyelesaikan draf jurnal ilmiah, tentu kamu ingin naskahmu dapat lolos sesuai keinginan, bukan? Nah, tim Pruf Ritz dapat membantumu dalam proses proofreading sehingga naskahmu akan semakin baik dan minim koreksi.
Berikut ini beberapa tips proofreading yang bisa kamu lakukan terlebih dahulu sebelum akhirnya kamu bekerja sama dengan Pruf Ritz.
Konsentrasi Penuh
Menemukan kesalahan pada jurnal ilmiah membutuhkan konsentrasi penuh untuk mendapatkan hasil maksimal. Langkah utama untuk mendapatkan konsentrasi adalah dengan menjauhkan distraksi seperti gawai, internet maupun televisi.
Kamu juga dapat memilih sebuah tempat yang tenang agar dapat benar-benar fokus melakukan pemeriksaan pada naskah. Periksa dengan teliti seluruh artikel yang kamu buat dan baca dengan nyaring jika kamu ingin lebih fokus.
Edit Salinan Cetak
Mata bisa lelah jika terlalu lama digunakan untuk menatap layar komputer. Otomatis proses proofreading pun jadi berkurang fokusnya. Oleh karena itu, kamu perlu mencetak draft naskah untuk memudahkan pemeriksaan. Membaca naskah cetak menjadi pilihan yang tepat untuk mengurangi kelelahan pada mata saat proofreading.
Lakukan secara perlahan, jangan tergesa-gesa. Kamu perlu memilih satu hal penting untuk diperiksa terlebih dahulu dan selesaikan, kemudian periksa hal lainnya. Misalnya saja, periksa struktur dokumen terlebih dahulu, apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau belum, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tanda baca, koherensi antarkalimat hingga antarparagraf, hingga referensi teori yang kamu gunakan. Beri tanda yang kurang, lalu revisi di komputer.
Perhatikan kata-kata yang bunyinya terdengar mirip, tetapi memiliki makna berbeda atau biasa disebut homonim. Misalnya kata “massa” yang berarti ukuran berat dan “massa” yang berarti kumpulan orang.
Berhati-hatilah dalam mengganti kosakata, baca kembali apakah perubahan kata itu membuat jurnal ilmiah kamu menjadi lebih baik atau malah lebih baik.
Istirahat Sejenak
Beri waktu untuk rehat sebentar dari aktivitas pengoreksian. Kamu bisa melakukan senam ringan atau membuat teh hangat untuk menyegarkan tubuh. Ingat, kamu harus menjaga kondisi tubuh agar tidak sampai kolaps ketika proses penyusunan jurnal ilmiahmu belum sepenuhnya selesai.
Coba dengarkan lagu-lagu menenangkan yang bisa membuatmu semakin rileks. Justru ketika kondisi tubuh tidak lelah, kamu bisa bekerja lebih optimal ketika harus melakukan proofreading lanjutan. Setelah isitrahat selesai, kamu bisa membaca ulang naskah.
Minta Orang Lain untuk Membaca
Setelah kamu selesai mengoreksi, sebaiknya kamu meminta bantuan orang ketiga untuk membaca ulang jurnal ilmiah yang telah diperiksa. Pasangan mata tambahan dapat membantu kamu menemukan kesalahan yang mungkin sebelumnya kamu abaikan.
Pembaca karyamu harus bersikap objektif dan juga memiliki kadar wawasan atau keilmuan yang sama sehingga mampu mencerna apa yang kamu tulis di dalam jurnal ilmiah. Terima kritik atau umpan balik dari mereka lalu perbaiki naskahmu.
Tips di atas bisa kamu coba saat melakukan proofreading pada jurnal ilmiah kamu. Namun jika kamu baru pertama kali atau belum pernah melakukan proofreading sama sekali, kamu bisa mencari bantuan profesional. Kamu bisa menemukan jasa proofreading di Pruf Ritz yang sudah berpengalaman. Jurnal ilmiah yang rapi bisa kamu dapatkan dengan bantuan tim Pruf Ritz.