5 Cerita Anak Karya Grimm Bersaudara yang Paling Banyak Diterjemahkan

Siapa yang tidak suka dengan dongeng? Sejak kecil, Pruf Ritz Friends pasti menyukai kisah-kisah menarik dari fabel hingga cerita kerajaan. Cerita seperti Cinderella dan Rapunzel menjadi dongeng yang digemari anak-anak di berbagai penjuru dunia. Rapunzel adalah satu di antara karya Grimm Bersaudara (Grimm Brothers) yang diterjemahkan ke banyak bahasa.

Nama Grimm atau lebih dikenal dengan Grimm Bersaudara sudah tidak asing lagi bagi pembaca buku anak. Grimm Bersaudara terdiri dari Jacob Ludwig Carl Grimm dan Wilhelm Carl Grimm yang berasal dari Jerman. Keduanya mengumpulkan cerita rakyat dari para penduduk kemudian menuliskannya menjadi sebuah buku.

Berikut lima buku anak karya Grimm Bersaudara yang paling banyak diterjemahkan di seluruh dunia

Peniup Seruling dari Hamelin

    Peniup Seruling dari Hamelin merupakan legenda di abad pertengahan tentang seorang pria yang meniup seruling  untuk membantu penduduk Hamelin mengusir tikus. Mereka berjanji akan membayar si peniup jika bisa membebaskan mereka dari tikus. 

    Sang peniup seruling membunyikan serulingnya dan membawa tikus keluar dari Hamelin menuju sungai dan tenggelam. Namun, penduduk Hamelin tidak menepati janjinya untuk membayar hingga sang peniup seruling marah besar. 

    Tak lama kemudian peniup seruling itu kembali ke Hamelin dan membalas dendam dengan membunyikan serulingnya untuk memikat

    Snow White

    Snow White atau diterjemahkan menjadi Putri Salju adalah putri cantik yang dibenci ibu tirinya yang juga seorang ratu. Sang Ratu memerintahkan pemburu untuk membunuh Putri Salju, tetapi ia diselamatkan dan tinggal bersama tujuh kurcaci di hutan. Ratu yang mengetahui Putri Salju masih hidup melalui cermin ajaib, lalu menyamar dan memberinya apel beracun. Putri Salju jatuh dalam tidur panjang hingga dibangunkan oleh ciuman pangeran. Mereka menikah, dan ratu jahat pun bisa dikalahkan.

    Cerita Putri Salju berasal dari tradisi lisan Jerman, khususnya dari wilayah Hesse, yang diperkaya dengan motif cerita rakyat Eropa dan diperkirakan terinspirasi oleh legenda lokal seperti kisah Margaretha von Waldeck atau Maria Sophia von Erthal.

    Elemen-elemen seperti ibu tiri jahat, tidur ajaib, dan penyelamatan oleh pangeran adalah plot universal yang membuat cerita ini relevan di berbagai budaya. Grimm Bersaudara mengemasnya dengan sentuhan moral dan budaya Jerman,

    Hansel dan Gretel

    Dongeng ini mengisahkan tentang dua anak bersaudara bernama Hansel dan Gretel yang ditinggalkan oleh orang tuanya di hutan. Di dalam hutan tersebut Hansel dan Grete diperbudak oleh penyihir jahat yang berencana memakan mereka setelah mereka tumbuh besar. Namun kedua saudara itu berhasil menyingkirkan sang penyihir dan kembali ke rumah.

    Cerita ini terinspirasi oleh peristiwa kelaparan besar di Eropa tahun 1315-1317. Saat itu terjadi penurunan suhu di bawah rata-rata yang membawa cuaca dingin disertai hujan lebat. Hal itu menyebabkan para orang tua kelaparan karena sulitnya pasokan makanan, hingga banyak orang tua yang menelantarkan anak-anak mereka. 

    Hansel dan Gretel menunjukkan bahwa dengan berpikir cerdas dan bekerja sama, kita bisa mengatasi masalah dan hambatan. Meski ditinggalkan, mereka tidak menyerah dan mencari jalan keluar. Ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak yang tengah dilanda ujian di masa kanak-kanak mereka.

    Cinderella

    Cinderella adalah seorang gadis baik hati yang diperlakukan buruk oleh ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Ketika ada undangan pesta dansa di istana untuk mencari calon istri pangeran, Cinderella dilarang pergi. Dengan bantuan peri baik hati, ia mendapatkan gaun indah dan sepatu kaca untuk menghadiri pesta. Di akhir cerita, Sang Pangeran menemukan siapa pemilik sepatu kaca sesungguhnya dan hidup bahagia bersama Cinderella.

    Grimm Bersaudara sangat dipengaruhi oleh versi Prancis dari cerita ini, yaitu “Cendrillon” karya Charles Perrault, yang diterbitkan pada 1697 dalam Histoires ou contes du temps passé. Versi Perrault memperkenalkan elemen ikonik seperti sepatu kaca, peri baik hati, dan labu yang berubah menjadi kereta.

    Perrault sendiri menulis ceritanya berdasarkan tradisi lisan Prancis dan Italia, tetapi ia menambahkan sentuhan elegan yang sesuai dengan selera aristokrat Prancis saat itu. Grimm mengadaptasi cerita ini, tetapi versi mereka lebih gelap dan lebih menekankan pada keadilan moral, seperti hukuman bagi saudara tiri.

    Rapunzel

    Rapunzel, seorang gadis berambut panjang yang dikurung di sebuah menara oleh seorang penyihir, hingga suatu hari, seorang pangeran menemukannya dan membantu Rapunzel untuk kabur. Namun rencana itu diketahui oleh sang penyihir dan membuatnya di buang di padang pasir agar tidak ada orang yang menemukannya.

    Setelah perjuangan panjang, Sang Pangeran dan Rapunzel bisa mengalahkan penyihir. Seperti halnya kisah dari Grimm Bersaudara lainnya, penyihir menjadi sosok antagonis untuk menghalangi tokoh utama.

    Versi Grimm dari Rapunzel sangat dipengaruhi oleh cerita Prancis berjudul “Persinette”, yang ditulis oleh Charlotte-Rose de Caumont de La Force pada 1698 dalam kumpulan cerita berjuudl Les Contes des Contes. Dalam “Persinette”, seorang gadis dikurung di menara oleh peri jahat karena ibunya mencuri tanaman dari taman peri tersebut. Gadis itu memiliki rambut panjang yang digunakan pangeran untuk memanjat menara.

    Itulah 5 cerita anak karya Grimm bersaudara yang paling banyak diterjemahkan bahkan sudah diadaptasi menjadi sebuah film animasi. Bagaimana? Apakah kamu memiliki keinginan untuk menerjemahkan buku dari penulis luar negeri? Jika kamu membutuhkan jasa penerjeman berpengalaman dama menerjemahkan buku, kamu bisa menghubungi tim Pruf Ritz yang siap membantu.

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top